Kamis, 21 Januari 2010

PT. CUS IKUT LESTARIKAN ORANGUTAN

Pengusaha perkebunan kelapa sawit di Kalbar mulai mengubah citra, “ dari yang semula dikenal sebagai kegiatan ekonomis - eksploitatif, belakangan mulai mengarah pada pengembangan ekonomis - konservasi. Salah satunya adalah PT. Cipta Usaha Sejati – CUS` yang menginvestasikan sebagian areal konsesi lahan perkebunan sawit, untuk konservasi fauna, yakni orangutan. Kepada wartawan Rabu pagi (20/01/2010)` Direktur PT. Cipta Usaha Sejati – CUS, Partahian Siregar mengatakan, “program kawasan konservasi merupakan pilihan sadar dan rasional, untuk menjawab berbagai bersoalan yang muncul sebagai ekses dari pembukaan perkebunan sawit di daerah. Apalagi` dua lokasi perkebunan sawit yakni PT. Cipta Usaha Sejati dan PT . Jalin Vaneo berada di Kabupaten Kayong Utara, bersinggungan dengan perkampungan dan pemukiman penduduk setempat. Sehingga menyadarkan manajemen perusahaan`untuk mengubah paradigma lama, dari suatu usaha yang eksklusif dan berorientasi finansial semata, menjadi suatu aktifitas usaha yang bersahabat dengan masyarakat lokal, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi mikro di wilayah pedesaan. Sementara itu` Kepala Bidang Perkebunan Hutan dan Konservasi Sumber Daya Alam – KSDA` Dinas Kehutanan Provinsi Kalbar, Soenarno mengakui` program yang ditempuh PT. Cipta Usaha Sejati merupakan yang pertama di Kalimantan Barat. Namun` dirinya berharap, Perjanjian Kerjasama antara perusahaan dengan FFI Indonesia tersebut, bukan sekedar seremonial atau aksi monumental semata, karena mendapat sorotan dari berbagai pihak. Lebih lanjut` Soenarno mengatakan, “ pihaknya bakal mengontrol pelaksanaan program kawasan konservasi, untuk memastikan pelestarian orang utan memang benar dipraktekkan. Selain itu` Pemerintah Daerah juga berencana mempublikasikan sekaligus mengajak perusahaan perkebunan lain, untuk meniru program konservasi fauna di masing – masing areal konsesi.


FFI SEGERA SURVEI PROGRAM KONSERVASI
Di bagian lain` Direktur Fauna & Flora International – FFF Indonesia, Darmawan mengatakan, “pihaknya menjadwalkan survei ke lokasi yang direncanakan menjadi kawasan konsevasi oleh PT. Cahaya Usaha Sejati. Proses pendataan merupakan tahapan pertama yang dilakukan, “bukan terbatas pada satwa endemik` seperti orangutan, namun` juga berbagai jenis burung dan aneka ragam tanaman hayati. Darmawan memprediksi tahap survei memakan waktu selama setahun, baru kemudian dapat menentukan wilayah yang tepat untuk kawasan konservasi. 
Disinggung mengenai besaran dana` dirinya menyebutkan, “berkisar antara 30 ribu sampai 50 ribu dollar AS, “namun` kegiatan tersebut akan dibiayai oleh organisasi, dan tidak memungut dana dari perusahaan. Selanjutnya` Darmawan mengajak seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang lain, untuk mengikuti jejak PT. Cipta Usaha Sejati, menyediakan sebagian areal konsesi perkebunan bagi pelestaraian lingkungan dan satwa. Sebab kewajiban memelihara alam dan lingkungan, bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau organisasi pemerhati lingkungan. Namun` juga para pelaku usaha perkebunan, yang telah mendapatkan keuntungan dari usaha eksploitasi alam. Sehingga wajar jika perusahaan` menyisihkan sedikit keuntungan yang diperoleh dan menyediakan sebagai lahan untuk menjaga ekosistem wilayah.

0 comments:

Poskan Komentar