Sabtu, 07 Januari 2012

TINDAK KEJAHATAN DI KALBAR 2011 MENINGKAT

Angka kejahatan selama tahun 2011 di Kalbar meningkat jika dibanding tahun 2010. Tercatat sejak 1 Januari hingga 30 Desember 2011, jumlah tindak kejahatan mencapai 9.772 kasus, naik 516 kasus atau 5,59 % dari tahun 2010 sebanyak 9.254 kasus. Hal itu diungkapkan Kapolda Kalbar Brigjend Pol. Unggung Cahyono dalam jumpa pers di Mapolda Kalbar Jum`at (30/12/11) siang. 
Kapolda menyebutkan sebanyak 4.414 kasus diantaranya telah berhasil diselesaikan, sedangkan sisanya masih dalam tahap penyidikan. Dari 4 jenis tindak kejahatan, maka kejahatan konvensional memiliki trend peningkatan signifikan, dimana jumlahnya mencapai 9.206 kasus, sementara tahun 2010 sebanyak 8.624 kasus. Namun untuk kejahatan terhadap kekayaan negara turun, dari 284 kasus di tahun 2010 berkurang menjadi 247 kasus di tahun 2011. Begitu pula untuk kejahatan Trans nasional, dari 293 kasus di tahun 2010 berkurang menjadi 276 kasus di tahun 2011. Kemudian kejahatan kontinjensi dari 53 kasus tahun 2010 turun menjadi 43 kasus di tahun 2011. 
Terkait penanganan kasus dugaan korupsi dalam Bantuan Sosial (Bansos) KONI Kalbar sebesar 22 M, Kapolda Kalbar melalui Direskrim Khusus Polda Kalbar Kombes Whirdan Danny mengakui, terganjal belum terbitnya hasil audit BPK, akibatnya proses pemeriksaan beberapa orang saksi menjadi terhambat. Sebelumnya surat atau petunjuk tentang hasil audit memang telah diterima, namun karena beberapa keterangan dari para saksi masih perlu diperdalam maka surat tersebut dikembalikan lagi ke BPK. Tetapi untuk calon tersangka maupun tersangka sebenarnya tidak lagi menjadi masalah, karena berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 2009 Tim penyidik dapat memulai pemeriksaan terhadap saksi maupun tersangka jika surat izin dari Presiden belum turun terhitung 30 setelah pengajuan. 
Whirdan menyebutkan sepanjang tahun 2011 lalu, Polda Kalbar telah menangani sebanyak 35 kasus tindak pidana korupsi, 10 kasus diantaranya telah dlimpahkan ke kejaksaan. Sedangkan dalam proses selidik sebanyak 18 kasus dan dalam proses sidik 9 kasus. 
Dirinya mengakui, kasus dugaan korupsi dalam Bansos KONI Kalbar, memang mendapat atensi dibanding kasus lainnya. Namun semua tetap segera dituntaskan. Apalagi Polda Kalbar mempunyai target dalam setahun menangani sebanyak 5 kasus korupsi, sedangkan di tingkat Polres minimal sebanyak 2 kasus. Hanya saja pembuktian dalam kasus korupsi tidak sama dengan pidana biasa, sehingga proses penanganannya memang membutuhkan waktu.

ALOKASI ANGGARAN PU KALBAR 2012 CAPAI 2,9 TRILYUN

Dinas PU Provinsi Kalbar menerima anggaran pada tahun 2012 mencapai angka 2,9 trilyun, yang bersumber dari pinjaman Bank Dunia, APBN dan APBD. Terbesar berasal dari pinjaman ADB yang mencapai 1,6 T, dengan alokasi dana untuk pembangunan jalan sebesar 911 M dan jembatan sebesar 750 M. 
Ditemui wartawan Kamis (29/12/11), Kepala Dinas PU Provinsi Kalbar Jakius Sinyor menyebutkan dana untuk pengerjaan jalan meliputi ruas jalan nasional Tayan – Sangau – Sekadau sepanjang 78,9 KM sebesar 336,7 M, kemudian ruas jalan Tebas – Singkawang sepanjang 55,9 KM sebesar 348,9 M serta ruas jalan Simpang Tanjung – Galing sepanjang 52 KM sebesar 225,5 M. 
Tahap awal proses tender untuk ketiga proyek tersebut telah dimulai pada tahun ini, namun penetapan pemenang diperkirakan bulan April 2012. Untuk peserta tidak menutup kemungkinan berasal dari luar negeri, karena dana bersumber dari lembaga keuangan internasional. 
Jakius menambahkan dalam APBN 2012 telah dialokasikan dana untuk Dinas PU Kalbar sekitar 1,3 Trilyun, masing – masing 900 M untuk pembangunan jalan dan 400 M untuk pembangunan jembatan serta kegiatan fisik lainnya. Sedangkan dari APBD Kalbar 2012 dianggarkan sebesar 300 M untuk pembangunan ruas jalan dan jembatan di beberapa daerah. 
Sementara itu hasil evaluasi terhadap proyek fisik yang dijalankan Dinas PU Kalbar tahun 2011 telah rampung seluruhnya, termasuk proyek sumber daya air.

Minggu, 01 Januari 2012

EVALUASI KAMTIBMAS AKHIR TAHUN 2011


View more PowerPoint from boysinu

Membuat feature


View more presentations from boysinu.