Kamis, 09 Februari 2012

PANSUS RTRW KEMBALI TEMUI TIM TERPADU

Proses legalisasi revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi – RTRW Provinsi Kalbar, tampaknya masih memerlukan waktu yang cukup lama. Meskipun persetujuan substansi dari Kementrian Kehutanan telah diterbitkan, namun belum menjamin bakal rampung seperti target Dinas Pekerjaan Umum Kalbar 31 Maret 2012.

Pasalnya hingga kini 6 Kabupaten di Kalbar masih belum menyelesaikan RTRW di daerah masing – masing, yakni Kota Pontianak dan Singkawang, Kabupaten Landak, Sanggau, Melawi dan Sintang.

Ditemui Senin (06/02/12), Wakil Ketua Pansus penyusunan RTRW DPRD Kalbar, Syarif Izhar Asyuri mengakui dari keenam Kabupaten tersebut, maka Sintang yang paling mengganjal, karena belum mendapatkan surat rekomendasi dari gubernur Kalbar. Sedangkan lima Kabupaten lainnya, hanya tinggal menunggu surat persetujuan substansi dari Menteri Pekerjaan Umum.

Pansus Selasa besok akan menemui Tim Terpadu untuk mendiskusikan kembali penyususan RTRW, mengingat rekomendasi sementara Tim Terpadu terkait hasil kajian atas usulan perubahan kawasan hutan juga belum diterima Pansus.

Sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalbar Jakius Sinyor mengakui proses legalisasi masih menemui beberapa ganjalan, namun pihaknya bersama dewan telah berkomitmen untuk merampungkan penyusunan revisi RTRW secepat mungkin. Jakius menyebutkan dari total 14,9 juta ha wilayah Kalbar, sekitar 9 juta ha atau 60 % merupakan kawasan hutan.

Dalam revisi RTRW diusulkan perubahan kawasan hutan seluas 3,3 juta ha melalui 2 tahapan. Namun, rekomendasi sementara tim terpadu setelah melakukan kajian, perubahan kawasan hutan hanya disetujui 3 %, jadi sekitar 8,5 juta ha atau 57 % dari total luas daratan provinsi, masih berstatus kawasan hutan.

RIBUAN KAUM MUSLIMIN IKUTI PAWAI AKBAR

Ribuan kaum muslimin dari berbagai penjuru Kota Pontianak Minggu (05/02/12) pagi mengikuti Pawai Akbar untuk memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pawai yang dimotori Front Pembela Islam – FPI berlangsung aman dan lancar dengan melalui beberapa ruas jalan.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah – DPW Front Pembela Islam Kota Pontianak Ishak Almuntahar menyatakan, pawai akbar kali ini mengambil tema Pontianak bershalawat, diikuti sekitar 40 ormas Islam, pondok pesantren, maupun majelis taklim yang berasal dari Kota Pontianak dan sekitarnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengapresiai pawai akbar yang berjalan tertib, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas. Ia berharap pada tahun depan kegiatan serupa dapat bekerjasama dengan PHBI Kota Pontianak agar lebih meriah.

SEMINAR GARUDA DI SINTANG

Pemerintah Kabupaten Sintang Selasa (07/02/12) akan menggelar Seminar dan Pameran, untuk mensosialisasikan sejarah perumusan Lambang Negara Republik Indonesia dan Diplomasi Indonesia. Kegiatan berlangsung di Gedung Pancasila Sintang dan dibuka oleh Bupati Sintang Milton Crosby.

Adapun tema Seminar yakni “61 Tahun Garuda Pancasila”, sedangkan Pameran mengangkat tema “Sejarah Perumusan Lambang Negara Garuda Pancasila dan Diplomasi Indonesia” yang diselenggarakan selama 3 bulan mulai tanggal 7 Februari 2012 hingga 7 Mei 2012.

Untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut Pemerintah Kabupaten Sintang mengadakan kerjasama dengan Museum Konfrensi Asia Afrika, Direktorat Jendral Informasi dan Diplomasi Publik Kementrian Luar Negeri.

ASPAL LANDASAN PACU TERKELUPAS PENERBANGAN TERGANGGU

Pihak Angkasapura II Pontianak Sabtu (04/02/12) sore menutup sementara semua rute penerbangan di bandara Supadio sekitar 3 jam, menyusul terkelupasnya aspal di landasan pacu (runway) pesawat. Akibatnya para penumpang dengan jadwal penerbangan terpaksa menunggu di bandara tersebut, hingga aktifitas penerbangan kembali normal.

Bahkan, pesawat Garuda rute Jakarta – Pontianak yang dalam perjalanan terpaksa balik lagi ke Bandara Soekarno Hatta, setelah informasi diterima. Salah seorang penumpang yakni anggota DPRD Kalbar Martin Sudarno menyatakan, informasi diketahui ketika berada di dalam pesawat melalui alat komunikasi. Selain dirinya, 2 anggota dewan lainnya juga berada dalam pesawat, yakni Miftahul Ulum dan Anton Situmorang.

Mereka bertiga dan puluhan penumpang lainnya terpaksa menunggu di bandara Soekarno Hatta selama beberapa jam, hingga pemberitahuan bandara dibuka oleh pihak Angkasapura II Pontianak.

Dikonfirmasi, GM PT. Angkasapura II Pontianak Normal Sinaga mengakui pihaknya terpaksa menutup sementara semua rute penerbangan melalui bandara Supadio, karena tidak ingin mengambil resiko terjadinya kecelakaan pesawat. Permukaan aspal yang terkelupas di landasan pacu meskipun tidak besar, namun dapat membahayakan jika dilalui pesawat, baik ketika mendarat maupun lepas landas.Kerusakan diketahui sore hari dan langsung diperbaiki petugas.

Lebih lanjut, Normal mengakui terkelupasnya aspal di landasan pacu juga pernah terjadi sebelumnya, akibat tingginya intensitas penerbangan dan pengaruh cuaca panas.

WAGUB : INDIKASI PUNGLI TELAH DILAPORKAN

Wagub Kalbar Christiandy Sandjaya meminta masyarakat tidak langsung mempercayai isu, terkait praktik pungli/pungutan liar cap Pasport oleh oknum petugas imigrasi di PLB Entikong Kabupaten Sanggau. Sebaiknya hal itu ditanyakan langsung ke instansi terkait, agar diketahui kebenarannya.
Hal itu diungkapkan Christiandy seusai Sidang Paripurna di DPRD Kalbar Senin (30/01/12). Namun, pemerintah provinsi telah mengontak pimpinan instansi terkait, agar segera merespon dengan memeriksa langsung ke lapangan.
Ia berharap bahwa hal itu hanyalah sebatas isu, karena sangat merugikan daerah jika sampai terjadi praktik pungli. Apalagi korbannya adalah wisatawan asal Malaysia, yang menjadi salah satu target pemerintah melalui kampanye kepariwisataan lokal.
Tapi Christiandy mengakui, bahwa isu pungli bukan hanya di momen Imlek, bahkan dalam Lomba Sumpit Internasional di Singkawang 2011 lalu juga telah beredar.
Sebelumnya Walikota Singkawang Hasan Karman mengecam pungli terhadap wisatawan asal Malaysia oleh oknum imigrasi di PLB Entikong. Wisatawan tersebut dimintai bayaran untuk cap paspor, ketika ingin berkunjung ke Singkawang untuk menyaksikan perayaan tahun baru Imlek 2.563.
Bahkan, terindikasi oknum petugas lainnya juga memanfaatkan momen Imlek untuk melakukan hal serupa. Hasan Karman langsung mengontak Kementrian Pariwisata, agar persoalan ini ditindaklanjuti di tingkat pusat. Sebab, jika praktik pungli terus berlangsung, berdampak terhadap kunjungan wisatawan untuk menyaksikan perayaan Cap Go Meh tangal 6 Februari 2012.
Selain itu, sangat merugikan kepariwisataan daerah, yang justru tengah gencar mempromosikan sektor pariwisata, khususnya wisata budaya di Kota yang berjuluk 1.000 kelenteng ini.