Tampilkan postingan dengan label Pertahanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertahanan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2012

KODAM TANJUNGPURA BANTAH BALEHO MALAYSIA MASUK KE INDONESIA

Pihak Kodam XII Tanjungpura membantah Pemerintah Malaysia memasang baleho di wilayah Indonesia. Baleho tersebut masih berada di wilayah negara Malaysia, sekitar 100 meter sebelum patok tapal batas A04 di desa Camar Bulan Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas.

Ditemui di ruang kerjanya Rabu (30/05/12), Kapendam XII Tanjungpura Kol. Inf Desius, mengatakan kawasan Tanjong Dato memang terbagi dua, bagian barat masuk wilayah Negara Bagian Serawak Malaysia sedangkan bagian timur masuk ke dalam provinsi Kalbar Indonesia. Namun, baleho yang dikira warga setempat masuk ke wilayah Indonesia tersebut, sebenarnya masih berada di wilayah mereka.

Baleho berukuran 3x4 meter tersebut diresmikan Menteri Turis Negara Bagian serawak Malaysia akhir April lalu.

Di baleho tertulis “Where Borneo Begins” Tanjong Datu dengan gambar pulau Kalimantan (Borneo). Lalu di sisi kiri dan kanan gambar, tertulis sejumlah Kota besar di dunia dengan jarak dalam kilometer, antara lain Singapura : 556 km, Kuala Lumpur : 822 km, Jakarta : 1,952 Km, Sydney : 7,415 dan Meccah : 7,895 km.

Sepertinya Baleho menujukkkan bahwa kawasan Tanjung Datu merupakan titik nol pulau Borneo.  

Selasa, 29 Mei 2012

MALAYSIA PASANG BALEHO DI CAMAR BULAN

Malaysia kembali berulah. Kali ini memasang sebuah baleho di wilayah Indonesia. Tepatnya di dusun Camar Bulan desa Temajo Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas. Baleho tersebut diresmikan oleh Menteri Turis Negara Bagian Serawak Malaysia sekitar 1 bulan lalu. 

Ditemui Sabtu (26/05/12), Kepala Urusan Umum Desa Temajo, Hatta menuturkan, baleho yang dipasang Malaysia sangat meresahkan warga, apalagi dipasang di wilayah yang masih dipersengketakan oleh kedua negara. Untuk itu, dirinya meminta Pemerintah mengambil tindakan tegas dan tidak membiarkan pihak Malaysia memasuki wilayah Indonesia. 

Ketika dikonfirmasi Minggu (27/05/12), Bupati Sambas Djuliarti Alwi, mengaku belum mengetahui informasi tersebut, karena belum menerima laporan dari bawahannya. Ia telah mencoba untuk mengontak Camat Paloh, namun ponsel yang bersangkutan tidak aktif sehingga belum dapat berkomentar banyak. 

Tapi Djuliarti mengatakan, telah menginstruksikan Asisten 1 dan beberapa pejabat lainnya segera turun ke lokasi untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut serta berkoordinasi dengan tentara libas. 

Kepada masyarakat diminta bersikap tenang sambil menunggu hasil pemeriksaan oleh Pemerintah dan TNI, karena belum tentu baleho yang dimaksud masuk ke wilayah Indonesia. Kalau memang nantinya hasil pemeriksaan di lapangan memang terbukti pihak Malaysia memasang baleho di wilayah Indonesia, maka ia akan langsung melapor ke Pemerintah pusat. 

Sementara itu, dari beberapa foto yang dikirim Mayor Komaruddin, prajurit Kodam XII Tanjungpura yang bertugas di Paloh, baleho berukuran 4x3 meter tersebut, bertuliskan “Where Borneo Begins” Tanjung Dato dengan gambar pulau Kalimantan (Borneo). Kemudian di sisi kiri dan kanan gambar, tertulis jarak beberapa kota di dunia. Sepertinya Baleho menujukkan bahwa lokasi merupakan titik nol.

Sabtu, 30 Januari 2010

PANGDAM VI APRESIASI GUBERNUR KALBAR

Kodam VI Tanjungpura memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar, dalam membangun kawasan perbatasan, “sebagai beranda terdepan negara. Di samping mempercepat pertumbuhan ekonomi, prioritas pembangunan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan, “juga membantu pihak TNI AD memperkuat sistem pertahanan wilayah.
Hal itu diungkapkan Pangdam VI Tanjungpura Mayjend TNI Tono Supratman` saat menggelar pertemuan dengan pemuka masyarakat Kalbar di Kapuas Palace Jum`at malam (29/01/2010). Dirinya mengakui, “ selama 2 tahun kepemimpinan Cornelis sebagai gubernur, terjadi perubahan signifikan dalam pembangun di Kalbar. Terutama keberanian mendobrak kebijakan yang yang dinilai memberatkan dan merugikan masyarakat Kalbar, khususnya menolak resolusi dalam pertemuan di Kopenhagen Denmark.
Di tempat yang sama Gubernur Kalbar Cornelis MH. menyatakan, “sudah seharusnya sistem pertahanan di wilayah Kalbar ditingkatkan, mengingat berbagai persoalan yang terjadi di provinsi ini, “dipicu terbatasnya kekuatan militer. Mulai dari konflik sosial, aksi pencurian kekayaan alam di wilayah perbatasan, hingga pemindahan patok tapal batas negara.
Lebih lanjut Cornenelis menegaskan, “ dukunganya atas Pembentukan Kodam XII Tanjungpura, dan siap membantu, “ mulai dari persiapan hingga peresmian bulan April mendatang. Bahkan dirinya telah melayangkan surat kepada Menteri pertahanan, menyangkut kesedian Pemerintah Daerah mengucurkan bantuan finansial, namun jawabannya masih menunggu agenda pertemuan dengan Presiden yang dijadwalkan di Cikeas 1 hingga 3 Februari mendatang.
Sementara itu` Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI George Toisutta mengatakan, “pembentukan satu kodam baru di teritorial Kalimantan, merupakan kebutuhan yang sangat urgen. Kebijakan tersebut diambil oleh Mabes TNI` melalui suatu kajian menyeluruh dan mempertimbangan berbagai aspek, untuk memperkuat sistem pertahanan, ”baik secara regional maupun nasional, “ terutama menjaga garis perbatasan antar negara, yang semakin hari kian rawan dengan berbagai tindakan pelanggaran hukum. Dirinya mengatakan, “secara bertahap Kodam XII Tanjungpura didisain untuk menjadi komando yang ideal di masa mendatang,” baik dari jumlah prajurit maupun peralatan tempur.
Di bagian lain` George Toisuta memuji sikap gubernur Kalbar selama ini, yang begitu konsen terhadap pembangunan dan keamanan wilayah perbatasan. Suatu sikap yang mengajarkan tentang nasionalisme, sehingga mampu membangkitkan kembali motivasi serta idealisme setiap prajurit untuk berjiwa militan.





TNI AD BANGUN STRATEGI PERANG BERLARUT

Salah satu strategi perang yang dipilih TNI AD untuk menghadapi agresi musuh, yang memiliki kekuatan militer lebih dari Indonesia, baik dari jumlah prajurit maupun peralatan tempur adalah Perang Berlarut. Selain lebih efektif dengan memberdayakan kekuatan masyarakat dan letak geografis wilayah, juga meminimalisir jatuhnya korban di pihak sipil, “dengan menghindari konfrontasi fisik dalam skala luas.
Strategi ini membiarkan tentara musuh masuk dan digiring ke wilayah pedalaman, baru kemudian menjadi target serangan. Hal itu disampaikan Danrem 121 Alam Bana Banawae – ABW Kolonel (Infanteri) Nukman Kosadi` menyangkut Pemberdayaan wilayah pertahanan di Kalbar, pada Rapat Kerja Gubernur dengan para Bupati walikota dan camat se Kalbar di Balai Petitih Jum`at siang (29/01/2010)`.
Dirinya menyatakan, “Kalbar merupakan pilihat tepat untk menjadi wilayah pertahanan darat, dengan membangun sistem pertahanan yang mengacu pada strategi perang berlarut. Dirinya mencontohkan perang Iraq, dimana tentara Amerika dan sekutu menjadi target serangan dan teror para milisi, untuk melumpuhkan kekuatan musuh secara perlahan. 
Kolonel (Infanteri) Nukman Kosadi memprediksi ancaman terhadap Pertahanan di wilayah Kalbar, disamping serangan dari wilayah utara, yakni agresi militer negara tetangga Malaysia. Juga serangan dari wilayah barat yakni teritorial sepanjang pantai, yang berhadapan dengan Alur Laut Kepulauan Internasional. Dimana kapal asing boleh melayari perairan tersebut, tanpa harus meminta izin dari pihak Indonesia. Terbukti di tahun 90 `an satu Kapal Induk milik AL Amerika Serikat, melewati perairan Indonesia dan muncul di utara pulau Jawa.