Kamis, 14 Januari 2010

BADAN ANGGARAN LAYANGKAN SURAT KE EKSEKUTIF

Badan Anggaran DPRD Kalbar melihat sejumlah program pembangunan dalam Nota Keuangan RAPBD tahun 2010, yang diserahkan pihak eksekutif belum mengakomodir kepentingan rakyat. Beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah – SKPD dinilai mengusung program pembangunan yang tidak tepat sasaran, yang tentu saja berimbas pada pemborosan keuangan daerah. Ditemui seusai mengikuti Rapat Badan Anggaran Selasa siang (12/01/2009), Ketua Komisi A DPRD Kalbar, Retno Pramudya mengatakan, “ secara global porsi alokasi anggaran yang menyentuh langsung masyarakat banyak masih minim, sehingga harus ditinjau kembali. Diantaranya sektor Pendidikan, kesehatan, infrastruktur, penanganan pengangguran dan kemiskinan, serta pemberdayaan kaum perempuan. Sedangkan di sektor yang tidak mendapat prioritas dan mendapatkan Dana Alokasi khusus – DAK terbilang kecil, justru mendapatkan alokasi anggaran yang membengkak. 
Di tempat yang sama` Wakil Ketua DPRD Kalbar Prabasa Ananta Tur mengatakan, “pembahasan Nota Keuangan RAPBD tahun 2010 baru dapat menyimpulkan penilaian secara global. Untuk itu` Badan Anggaran telah melayangkan surat ke pihak eksekutif Senin lalu, agar segera menyerahkan Rancangan Kegiatan dan Anggaran – RKA masing – masing SKPD, paling lama Rabu pagi.
Selanjutnya` Prabasa Ananta Tur mengatakan, “ salah satu point yang dibahas Badan Angggaran DPRD adalah, menurunnya Dana Alokasi khusus – DAK yang diterima Kalbar untuk tahun anggaran 2010. Sehingga pengalokasian dana pada masing – masing SKPD harus mengutamakan efisiensi dan efektifitas program pembangunan juga harus mengacu pada skala prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah - RPJMD.

Rabu, 13 Januari 2010

PDI – P MULAI JARING KANDIDAT PEMILUKADA 6 DAERAH

6 Dewan Pimpinan Cabang – DPC PDI Perjuangan di Kalbar mulai mempersiapkan diri, menjelang agenda Pemilukada serentak di 6 Kabupaten bulan Mei mendatang. Diantaranya DPC PDI – P Kabupaten Ketapang yang telah membuka pendaftaran sejak November tahun lalu dan telah menjaring 5 pasangan calon bupati dan wakil bupati. Ditemui wartawan di sela - sela Rapat Kerja Daerah – Rakerda PDI – P ke IV se Kalbar Selasa siang di Kapuas Palace Hotel (12/01/2009)` Ketua DPC PDI – Perjuangan Kabupaten Ketapang, Ramses JP. Sitorus mengatakan, “2 pasangan calon berasal dari internal partai sedangkan 3 pasangan lainnya dari kalangan birokrat dan profesional. Seluruh pasangan calon yang masuk dalam penjaringan, kemudian direkomendasikan ke DPD PDI – P Kalbar dan selanjutnya menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat untuk menetapkan salah satu pasangan.     
Di tempat yang sama` Ketua DPD PDI – Perjuangan Provinsi Kalbar Corrnelis MH. Mengakui,” pihaknya memprioritaskan pasangan calon dari internal partai, namun juga menjajaki kemungkinan membentuk koalisi dengan partai lain. Sebab` di luar Kabupaten Ketapang dan Bengkayang, PDI – Perjuangan tidak memenuhi persyaratan untuk mengusung pasangan calon dari internal partai.   
Selanjutnya Cornelis MH. mengatakan, “ tidak menutup kemungkinan ada kader PDI – Perjuangan, yang diusung partai lain untuk maju dalam agenda pemilukada di 6 daerah. Namun` bagi pasangan calon yang ditetapkan untuk maju dan berasal dari luar partai, maka harus mengungurkan diri dari keanggotaan partai lama dan bersedia menjadi bagian dari Keluarga Besar PDI Perjuangan. Begitu pula calon yang berasal dari kalangan birokrat, juga harus mengundurkan diri sebagai Pegawai Negeri dan selanjutnya menjadi kader PDI Perjuangan.

Selasa, 12 Januari 2010

DIKNAS KALBAR SIAP GELAR UJIAN NASIONAL

Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional yang dijadwalkan Maret mendatang, Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Kalbar kian matangkan segala persiapan. Di samping` mendorong pihak sekolah mengoptimalkan beberapa kurikulum pendidikan untuk beberapa bulan kedepan, menyusul percepatan jadwal Ujian oleh Departemen Pendidikan Nasional. Dinas Pendidikan juga semakin intensifkan sosialisasi tentang pelaksanaan dan perubahan pada Ujian Nasional tahun 2010 kepada setiap sekolah. Ditemui wartawan Senin pagi (11/01/2010), Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Kalbar Alexius Akim mengatakan, “proses pendataan ulang jumlah peserta ujian nasional tengah dilakukan, dan kini memasuki tahap Daftar Nominasi Sementara - DFS. Jumlah tersebut kemudian diseleksi kembali sebelum menjadi Daftar Nominasi Tetap - DFT.
Alexius Akim mengakui` pelaksanaan Ujian Nasional masih menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, namun` sebagai bagian dalam proses belajar mengajar, evaluasi kelulusan terhadap siswa tetap harus dilaksanakan. Pada tahun ini` standar nilai minimum masih sama seperti tahun lalu, yakni 5,5 untuk seluruh mata pelajaran yang diuji. Kendati di tahun lalu, hasil ujian nasional siswa di Kalbar termasuk anjlok, namun Alexius Akim berharap untuk tahun 2010 dapat meningkat.       

TAHUN 2010 DISBUN TETAP FOKUS KOMODITAS KARET

Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar memfokuskan pengembangan tanaman karet pada tahun 2010, diantara 4 komoditas unggulan lokal lainnya yakni; sawit, kelapa, kakao dan lada. Sejumlah langkah strategis pun siap telah dipersiapkan diantaranya ; peningkatan target produksi dari 1,5 ton menjadi 2 ton per hektar sekaligus mempercepat masa panen melalui penanaman bibit unggul. Kemudian meningkatkan skala usaha petani, dari 1 hingga 2 hektar per Kepala keluarga menjadi 4 hingga 5 hektar per Kepala keluarga. Ditemui wartawan Senin siang (11/01/2010), Kepala Dinas perkebunan Provinsi Kalbar Idwar hanis mengatakan, ”fokus pengembangan komoditas karet diprioritaskan pada para petani. Untuk itu produksi benih di sentra penangkaran juga ditingkatkan, sehingga mempermudah petani untuk mendapatkan bibit unggul.
Idwar Hanis menyebutkan, ”komoditas karet masih dominan dengan areal mencapai 80 % dari total perkebunan rakyat di Kalbar. Tercatat hingga saat ini 240. 000 Kepala Keluarga yang menggantungkan hidup dari komoditas karet, sehingga memerlukan konsep jitu untuk meningkatkan perekonomian yang masih terpuruk. Disinggung berapa anggaran untuk pengembangan komoditas karet pada tahun 2010, Idwar Hanis mengaku belum dapat memastikan, sebab besaran anggaran bagi Dinas Perkubunan juga belum diketahui. Namun dirinya memprediksi, ”60 persen dari anggaran belanja dialokasikan bagi pengembangan komoditas karet.

GARUDA BUKA SEKOLAH PRAMUGARI DI PONTIANAK

PT. Garuda Indonesia berencana membuka sekolah pramugari di kota Pontianak pada tahun ini, untuk mengisi kekurangan tenaga pramugari di sejumlah rute penerbangan. Sebab` dari total pramugari yang dibutuhkan sebanyak 1.000 orang, baru terpenuhi sebanyak 400 orang. Kepada wartawan Senin siang (11/01/2010), ` General Manager PT. Garuda Cabang Pontianak Wimpi Ohoiwutun mengatakan, “pendaftaran dimulai tanggal 28 Januari 2010. Syarat bagi pelamar diantaranya ; tamatan SLTA, usia maksimal 24 tahun, masih lajang, fasih berbahasa inggris, berpenampilan menarik dan menyertakan surat izin dari orang tua. Testing` meliputi ujian akademik, tes psikologi dan wawancara, oleh tim penguji yang didatangkan dari Jakarta. Para peserta yang lolos seleksi di Pontianak, kemudian menjalani tes berikutnya di jakarta.
Ditambahkan Wimpi Ohoiwutun` setelah mengikuti pelatihan di Jakarta selama 6 bulan, mereka langsung dipekerjakan sebagai pramugari garuda untuk jalur penerbangan domestik. Wimpi menegaskan, “ pembukaan sekolah pramugari di kota Pontianak, adalah yang pertama di luar pulau Jawa. Perekrutan ini dilakukan` selain mendukung Visit Kalbar Year 2010, juga sebagai bentuk tanggung jawab PT. Garuda Indonesia membantu Pemerintah Daerah mengurangi angka pengangguran. Di bagian lain` juga sebagai persiapan PT. Garuda, menjelang pembukaan jalur penerbangan internasional baru,” yakni Jakarta – Amsterdam bulan Juni mendatang.