Kamis, 22 September 2011

FORMASI GURU & KESEHATAN TETAP DIBUKA DALAM PEREKRUTAN CPNS 2011

Pemerintah provinsi Kalbar berencana untuk melakukan penghitungan ulang jumlah keseluruhan PNS, karena beberapa SKPD di lingkungan pemerintahan provinsi mengalami kelebihan PNS. Sebagian PNS yang berada di unit kerja berlebihan, selanjutnya dipindahkan ke unit kerja yang masih kekurangan agar penyebaran PNS di lingkungan pemerintah provinsi dapat merata.
Ditemui Senin (05/09/11), Kepala BKD Kalbar Robertus Isdius mengakui terjadi kelebihan PNS di beberapa bidang, namun angka pastinya masih menunggu hasil penghitungan. Apalagi, Kementrian PAN & Birokrasi telah mengeluarkan instruksi, agar seluruh provinsi dan Kabupaten Kota, untuk melakukan penghitungan ulang jumlah PNS di daerah masing – masing.
Lebih lanjut, Isdius mengatakan, dengan berpedoman adanya kelebihan PNS, kemungkinan besar Pemerintah provinsi Kalbar memilih untuk melaksanakan moratorium atau penghentian sementara penerimaan PNS pada tahun ini, terkecuali untuk tenaga guru dan kesehatan.
Mengingat Kalbar masih kekurangan tenaga pengajar di daerah pedalam dan terpencil, terlebih tenaga medis, seperti bidan, perawat dan dokter. Sehingga provinsi tetap membuka formasi penerimaan di kedua bidang tersebut, pada Pengadaan CPNS daerah tahun 2011.
Kendati demikian, penerapannya masih menunggu edaran Surat Keputusan Bersama – SKB 3 Menteri, yakni Menteri PAN & Birokrasi, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri.


PDI P SIAP BUKA PENDAFTARAN CALON KB 1

DPD PDI P Kalbar telah mengambil posisi menghadapi Pemilihan Gubernur & Wakil Gubernur Kalbar 2012 mendatang, dengan membuka pendaftaran pasangan calon. Draf telah dirampungkan dan kini tinggal pengajuan ke Ketua DPD untuk dipelajari dan disetujui, sebagai dasar pembukaan pendaftaran pasangan calon.
Dihubungi Senin (05/09/11), Sekretaris DPD PDI P Kalbar ML. Kebing memperkirakan pendaftaran pasangan calon mulai dibuka sekitar 2 minggu kedepan, atau pertengahan bulan September ini.
Syarat pendaftaran diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, mengingat ketentuan umum tetap mengacu persyaratan yang ditetapkan KPU. Adapan lokasi pendaftaran dapat dilakukan di Kantor DPD maupun DPC seluruh Kabupaten Kota di Kalbar, sehingga memudahkan bagi pasangan calon yang ingin maju dalam Pemilihan Gubernur & Wakil Gubernur Kalbar menggunakan perahu PDI P.
Terkait, keinginan Ketua DPD PDI P Kalbar Cornelis MH. yang juga menjabat sebagai gubernur Kalbar saat ini, untuk maju kembali dalam Pemilihan gubernur & wakil gubernur, Kebing enggan berkomentar lebih jauh.
Karena proses pendaftaran belum dibuka. Namun, dari hasil komunikasi di internal partai, yang bersangkutan memang berkeinginan kuat untuk maju kembali. Dan hal itu tentunya bakal mendapatkan dukungan penuh dari partai, mengingat Cornelis merupakan kader utama PDI P.


KALBAR KLAIM PAD 2011 NAIK 13 PERSEN

Pemerintah Provinsi Kalbar mengklaim berhasil menggenjot Pendapatan Asli Daerah – PAD, sehingga berpengaruh signifikan terhadap peningkatan APBD TA 2011. Seperti pada tahun 2011 ini, diperkirakan anggaran pendapatan mencapai 1,9 trilyun rupiah. Meningkat sebesar 232 milyar rupiah atau 13 % dari target yang dipatok sebesar 1,7 trilyun rupiah.
Peningkatan berasal PAD yang semula dipargetkan sebesar 733 milyar, menjadi 888 milyar. Hal itu diungkapkan Cornelis MH. saat menyampaikan Rancangan KUA PPAS APBD Perubahan TA 2011 & KUA PPAS APBD TA 2012 di DPRD Kalbar Senin (05/09/11). Peningkatan bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah dan pengelolaan aset daerah serta pendapatan lain yang sah.
Beberapa faktor yang mendongkrak PAD antara lain, situasi daerah yang kondusif, pertumbuhan ekonomi yang kian membaik, tingginya kepercayaan investor untuk menanamkan modal serta terbangunnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak.
Di samping itu, menguatnya kepercayaan Pemerintah Pusat pada Kalbar, juga berdampak pada anggaran pembangunan yang dikucurkan melalui APBN. Berpedoman pada capaian tahun 2011, dirinya menargetkan anggaran pendapatan Kalbar pada Tahun 2012 mampu menembus angka 2 trilyun rupiah.
Di tempat terpisah, anggota DPRD Kalbar Andi Aswad justru menilai peningkatan PAD sebesar 13 % dari target awal, bukanlah suatu prestasi yang membanggakan, melainkan menunjukkan bahwa kinerja Dinas Pendapatan daerah kurang profesional.
Sebab, hasil konsultasi dewan ke Ditjen BAKD Kementrian Dalam Negeri, bahwa realisasi PAD yang baik adalah nilainya mendekati atau mencapai target yang ditetapkan, bukan melampaui target. Apalagi, peningkatan pada APBP Perubahan, dinilai tidak dapat dirasakan langsung manfaatnya, terutama untuk pembenahan infrstruktur.
Hasilnya lebih cenderung untuk belanja non fisik. Hal ini membuktikan Dispenda belum berhasil menentukan estimasi penerimaan, yang menyesuaikan potensi dengan situasi dan kondisi daerah.



HINGGA H + 3 SHENG HIE RELATIF NORMAL

Suasana Pelabuhan Sheng Hie Pontianak memasuki H+3 Idul Fitri 1432 H masih normal, tidak terjadi lonjakan penumpang yang berarti pada kapal ekspress, baik untuk jadwal keberangkatan dari Pontianak – Ketapang, maupun sebaliknya, yakni jadwal kedatangan dari Ketapang – Pontianak. Sebenarnya kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kemarin, bahkan memasuki H + 1 Idul Fitri. Seperti jumlah penumpang yang tercatat pada jadwal kedatangan 2 kapal dari Ketapang – Pontianak, Sabtu (02/09/11), yakni Poly Express dan Mega Exspress. Untuk, Kapal Poly Ekspres memang penuh, dimana penumpang mencapai 273 orang, dari 250 kapasitas tempat duduk. Tetapi Mega Expsress justru sebaliknya, dari 220 kapasitas tempat duduk yang disedikan, jumlah penumpang sebanyak 215 orang.
Sehari sebelumnya, ketika ditemui Komandan Posko Syahbandar Pelabuhan Sheng Hie M. Kamil menyatakan belum dapat memprediksi lonjakan penumpang, tapi jika pun terjadi tidak terlalu signifikan.
Kondisi ini juga sama seperti arus mudik dan arus balik Idul Fitri pada tahun lalu. Adanya akses jalan darat dari Pontianak menuju Ketapang, menjadi salah satu pilihan bagi warga untuk mudik menggunakan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum. Sehingga menggunakan jasa transportasi laut melalui pelabuhan Sheng Hie, tidak lagi menjadi alternatif utama warga untuk mudik lebaran di Kabupaten Ketapang.
Sementara itu, hingga memasuki H+3 Idul Fitri petugas di Pos Lebaran yang terdiri dari syahbandar, Airud, Dishub Kota Pontianak, serta KP3L, belum menemukan adanya tindakan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, sehingga mengganggu kelancaran aktifitas pelayaran. Pengamanan juga difokuskan terhadap calo tiket, untuk menciptakan kenyamanan selama pelaksanaan arus mudik di pelabuhan Sheng Hie.

MOMEN IDUL FITRI DORONG BANGUN DAERAH

Gubernur Kalbar Cornelis MH. mengajak seluruh masyarakat Kalbar, khususnya kaum muslimin untuk terus menjaga kondusifitas daerah. Situasi daerah yang stabil bukan hanya memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktifitas, namun juga mendorong berkembangnya perekonomian melalui investasi.
Hal itu diungkapkan Cornelis, saat memberikan sambutan dalam Gema Takbir Akbar Hari Raya Idul Fitri 1432 H di Pendopo Gubernur Kalbar Selasa malam (30/08/11). 
Menurutnya perkembangan kesejahteraan sosial dan pemberdayaan masyarakat di Kalbar, telah mampu mengikuti perubahan paradigma nasional. Dari sentralistik menuju desentralistik, sehingga kondisi ini menyumbang peran dan posisi yang lebih besar bagi masyarakat, sebagai pelaku dan pelaksana utama pembangunan. 
Lebih lanjut, Cornelis mengatakan, warga Kalbar patut berbangga dan bergembira, karena tingkat ketentraman dan keamanan masyarakat sangat kondusif. Sehingga masyarakat dapat hidup aman, nyaman, tenang dan damai.
Berkenaan dengan hal tersebut, dirinya mengajak seleuruh elemen masyarakat tetap menjaga situasi kondusif, agar berbagai program pembangunan berjalan tanpa kendala. Roda perekonomian berjalan dengan baik, yang tentunya semakin mendorong masuknya investasi di berbagai sektor ke wilayah Kalbar.