Jumat, 06 November 2009

TIM AUDITOR BPK PUSAT DAN PERWAKILAN PERIKSA PROYEK

6 tim auditor BPK, masing – masing 5 tim BPK Pusat bersama 1 tim BPK Perwakilan Kalbar, mulai Oktober lalu hingga Desember mendatang dijadwalkan mengaudit sejumlah proyek pengerjaan infrastruktur wilayah. Namun` audit hanya difokuskan pada proyek pengerjaan fisik, seperti jalan dan jembatan, dari masing – masing Binamarga dinas Pekerjaan Umum. Khusus untuk tim auditor BPK Pusat` audit hanya dilakukan pada proyek pengerjaan fisik dinas PU Provinsi Kalbar, yang dianggarkan dalam APBN. Ditemui di ruang kerjanya Juma`at siang (06/11/2009)` Ketua BPK perwakilan Kalbar Mujiono menyebutkan` 1 tim dari 5 tim BPK Pusat, telah turun ke daerah sejak 26 Oktober lalu. Masing – masing tim beranggotakan 6 auditor, dengan masa kerja di lapangan selama 35 hari. Sedangkan tim auditor BPK Perwakilan Kalbar, fokus pada proyek pengerjaan fisik, yang dianggarkan dalam APBD provinsi, yakni kota Pontianak, kabupaten Pontianak, Landak serta Kapuas Hulu. Masing – masing tim beranggotakan 5 auditor, dengan masa kerja di lapangan selama 30 hari.
Mujiono menyatakan audit dilakukan secara tematik, yakni bersifat serentak dan terintegrasi di seluruh Indonesia. Namun` akibat terbatasnya anggaran dan jumlah personil, maka tidak semua proyek pengerjaan fisik tahun 2009, dari dinas PU kabupaten kota di Kalbar dapat diaudit oleh tim BPK. Pemeriksaan dilakukan pada daerah yang telah masuk dan dianggarkan dalam program kerja tahunan yang disusun tahun 2008 lalu. Begitu pula dengan jumlah proyek, dari ratusan paket proyek yang ada tidak seluruhnya diaudit, namun diambil beberapa diantaranya sebagai sample. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, dari 150 hingga 200 paket proyek, maksimal yang dapat diaudit tim BPK Perwakilan Kalbar sekitar 10 proyek.
Dibagian lain` Mujiono menjelaskan, “ dalam upaya memenuhi panduan manajemen pemeriksaan, dimana BPK harus sudah memiliki Rencana Kerja Tahunan – RKT, Rencana Kegiatan Pemeriksaan – RKP, serta Rencana Kegiatan Sekretariat dan Penunjang – RKSP Tahun Anggaran 2010. Maka BPK Perwakilan Kalbar mulai menyusun rancangan rencana kerja, dengan prioritas pengembangan pemeriksaan serta pengembangan kelembagaan. Ditambahkan Mujiono` pihaknya tengah membahas dan menyusun rencana kegiatan di provinsi maupun pada 14 kabupaten kota se - Kalbar. Termasuk rincian biaya bagi tim auditor, yang melakukan audit langsung terhadap berbagai laporan keuangan di daerah. Diperkirakan awal tahun 2010 laporan telah rampung, sebab di triwulan pertama tim auditor harus turun melakukan pemeriksaan.
Mujiono mengakui`, terbatasnya SDM personil di pemerintahan kabupaten kota, mengakibatkan laporan keuangan seringkali terlambat. Bahkan` ada pemerintah daerah yang baru menyerahkan laporan keuangan bulan Juli, melewati batas waktu yang ditentukan`, yakni bulan Maret. Kendati demikian` audit tetap dilakukan sebagai bentuk pembenahan pendahuluan, sehingga lebih mudah mempelajari laporan keuangan yang diserahkan ke BPK.













ANJUNGAN DAERAH SEBAGAI ETALASE PRODUK

Peluang Kalbar untuk mempromosikan ragam seni budaya sekaligus memasarkan berbadai produk industri, khususnya kerajinan tangan lokal kian terbuka. Menyusul dibukanya anjungan daerah di Jogjakarta oleh Sri Sultan Hamengkubuwono 28 Oktober lalu. Momen hari Sumpah Pemuda tahun 2009` dipergunakan Pemerintah kota Jogjakarta sebagai salah satu tujuan kota wisata, dengan meresmikan 9 asrama mahasiswa dari sejumlah provinsi menjadi anjungan daerah. Ditemui wartawan seusai mengikuti agenda Muspida di Balai Petitih Juma`at siang (06/11/09), Kepala Pinas Perindustrian dan Perdagangan – Disperindag provinsi Kalbar Dody Surya Wardaya menyebutkan 4 provinsi di pulau Kalimantan dan 5 provinsi di wilayah Sumatra mengikuti peresmian anjungan daerah di Jogjakarta. Pemerintah Kalbar menyambut positif inisiatif pemerintah kota Jogajakarta, yang meningkatkan fungsi asrama mahasiswa daerah` menjadi etalase yang mampu menampilkan seni budaya daerah masing – masing. Selain di Jogjakarta` provinsi Kalbar juga mempunyai satu anjungan lain di Jakarta, tepatnya di Taman Mini Indonesia indah.
Dody Surya Wardaya menambahkn, “ disamping memamerkan berbagai potensi daerah`, anjungan daerah di Jogjakarta juga dapat mencairkan eksklusifisme mahasiswa asal daerah, yang tinggal di setiap asrama daerah di Jogjakarta. Bukan saja itu` program ini juga semakin mempererat kesatuan dan persatuan antar daerah, serta mencairkan hubungan masing – masing daerah melalui warganya yang menuntut ilmu atau berdomisili di Jogjarta.

Kamis, 05 November 2009

KON DJIM THONG SEBAGAI OBJEK WISATA

Setelah hampir 1 tahun lebih` tidak difungsikan, pasca kebakaran yang merusak sebagian fisik bangunan. Kini vihara Kon Djim Thong mulai difungsikan lagi sebagai tempat ibadah umat buddha, dari kalangan etnis tionghoa. Bahkan` setelah mengalami perbaikan` vihara yang diresmikan oleh gubernur Kalbar kemarin, dapat menjadi salah satu asset wisata daerah Kalbar. Ditemui wartawan Seusai peresmian Kamis siang (05/11/2009)` gubernur Kalbar Cornelis MH` mengatakan, vihara Kon Djim Thong selain tempat menjalankan ibadah ritual, juga dapat menjadi salah satu objek wisata. Untuk itu` harus ditata sedemikian rupa sehingga menjadi lebih menarik. Bukan saja dari segi artisitik bangunan, namun juga nilai historis yang melekat sepanjang sejarah berdirinya tempat ibadah tersebut.
Cornelis MH. mengakui vihara Kon Djim Thong yang berada di Pontianak Utara ini, memiliki keunikan tersendiri. Selain arsitektur bangunan yang berciri khas tionghoa, lokasi vihara yang tidak jauh dari pinggiran sungai kapuas tentunya menyimpan sejarah perkembangan kota pontianak di masa lalu. Hal ini tentu memiliki kaitan erat dengan kehidupan komunitas etnis tionghoa, terutama yang bergerak di sektor perdagangan dan jasa di alur sungai Kapuas.





Selasa, 03 November 2009

KELOLA PENDIDIKAN BERDASARKAN POTENSI DAN KARAKTER

Menyadari daerah Kalbar memiliki karakteristik yang berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, maka pemerintah provinsi` dalam hal ini, dinas pendidikan berupaya membangun pendidikan dengan memperhatikan karakter daerah masing – masing. Titik berat pendidikan tidak lagi disamaratakan, namun dipilah berdasarkan karakteristik wilayah, komposisi penduduk serta potensi perekonomian masyarakat lokal. Ditemui seusai menghadiri pembukaan Olimpiade Sains Nasional di Aula Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Tanjungpura Pontianak Selasa siang (03/11/2009)` Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Kalbar Alexius Akim mengakui`, salah satu penyebab lambannya pembangunan pendidikan selama ini, adalah metode generalisasi yang diterapkan pemerintah pusat. Untuk itu` di masa mendatang, metode pendidikan berbasis keunggulan lokal merupakan pilihan pemerintah, untuk mengejar ketertinggalan suMber daYa manusia – SDM dari daerah lain.
Alexius Akim mengatakan metode pendidikan berbasis keunggulan lokal, memiliki relevansi tinggi dengan bertumpu pada pemberdayaan keterampilan dan potensi di masing - masing daerah. Konsekuensinya` materi pembelajaran juga harus memiliki makna dan relevansi, bukan saja menyangkut potensi ekonomi namun juga berbagai persoalan sosio kultur masyarakat setempat. Dalam hal ini` kurikulum yang dipersiapkan adalah kurikulum yang sesuai dengan kondisi lingkungan hidup, dan mengandung unsur filosofi lokal. Mengingat sebagian masyarakat yang berada di daerah pelosok, masih memegang teguh sistem dan nilai budaya lama, sehingga sulit jika dipaksa menggunakan sistem baru yang justru menyebabkan semakin tertinggal.
Di bagian lain` pembenahan sektor pendidikan terus dilakukan pemerintah Provinsi Kalbar. Bahkan` agar mutu pendidikan di daerah ini terus membaik, pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Nasional mengupayakan adanya kenaikan anggaran sebesar 10 persen setiap tahun. Alexius Akim` mengatakan, “ untuk tahun anggaran 2010 belum dapat dipastikan besaran anggaran yang dialokasikan. Sebab` penetapan anggaran harus melalui sidang anggaran, bersama pihak legislatif. Kendati demikian dirinya memprediksi alokasi anggaran dalam APBD 2010, naik sekitar 10 persen. Jika di tahun 2009 anggaran pendidikan di Kalbar mencapai 75 miliar rupiah, maka tahun depan diprediksi menembus angka 82 miliar rupiah.
Alexius Akim` mengungkapkan, jika berpedoman pada ketentuan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen` tentu hal tersebut dapat terealisasi. Namun dirinya pesimis dapat terpenuhi, sebab banyak anggaran sektor lain yang harus dipangkas. Yang dampaknya dapat mempengaruhi keberlangsungan pembangunan sektor strategis lainnya.








UNTAN GELAR OSN PTI 2009

Olimpiade Sains Nasional Perguruan Tinggi Indonesia OSN PTI 2009, Selasa pagi (03/11/2009) secara serentak digelar di sejumlah Universitas. Di Kalimantan Barat sendiri` seleksi tingkat lokal digelar di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, dengan jumlah peserta sebanyak 150 mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di kota Pontianak. Kendati jumlah peserta menurun dibanding tahun lalu, yang mencapai 322 mahasiswa, namun ajang kompetisi sains di bidang fisika, matematika dan kimia ini, diyakini dapat menghasilkan kandidat untuk maju pada OSN PTI di tingkat nasional. Ditemui seusai pembukaan OSN PTI 2009 di Universitas Tanjungpura, Sale Area Manajer Retail Pertamina region VI Kalbar Ibnu Chouldun mengatakan Olimpiade Sains Nasional merupakan bentuk kepedulian BUMN PT. Pertamina, terhadap dunia pendidikan di tanah air, sekaligus bagian tanggungjawab sosial perusahaan.
Di tempat yang sama` kepala Dinas pendidikan nasional provinsi Kalbar Alexius Akim menyambut gembira digelarnya Olimpiade Sains Nasional, sebagai salah satu bentuk komitmen PT. Pertamina mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, terutama di bidang ilmu eksakta.
Kepala Dinas pendidikan nasional provinsi Kalbar Alexius Akim menginginkan para juara nanti, bukan saja mampu berprestasi di tingkat nasional, namun dapat meraih prestasi di olimpiade Sains tingkat internasional. ` selain konsisten, dirinya juga berharap olimpiade sains Nasional, dapat menjadi gerakan masif mencari dan menemukan mahasiswa yang berpotensi tinggi di setiap daerah.